Bisnis

Kiat Membangun Loyalitas Konsumen

Tertarik untuk menjalankan bisnis? Di tengah sulitnya mendapatkan pekerjaan saat ini, memutuskan untuk berbisnis memang keputusan yang tepat. Terlepas dari apa pun bisnis yang bakal Anda jalankan nantinya, penting untuk membangun loyalitas konsumen. Untuk mendapatkan pertanyaan, apa pentingnya loyalitas konsumen bagi bisnis dan Bagaimana cara membangun loyalitas konsumen. Silakan baca lebih lanjut. 

Ketika Anda memutuskan untuk berbisnis, pastikan nantinya tidak hanya memikirkan bagaimana barang atau jasa yang Anda tawarkan bakal dibeli atau digunakan oleh banyak orang tetapi juga pikirkan cara untuk membangun loyalitas konsumen. Apa pentingnya loyalitas konsumen? Konsumen yang loyal akan melakukan pembelian pengulangan, melakukan pembelian lini produk lainnya dari bisnis, cukup kebal terhadap produk pesaing, dan bahkan tak segan untuk merekomendasikan bisnis kepada orang lain. Dapat ditarik kesimpulan bahwa loyalitas konsumen menjadi salah satu aset berharga bisnis karena dapat memberikan keuntungan konsisten bahkan meningkatkan penjualan, menekan pengeluaran untuk menarik konsumen baru & biaya pemasaran, serta mampu mempertahankan eksistensi bisnis. Well, tapi bagaimana cara membangun loyalitas konsumen?

Tingkatkan kualitas pelayanan

Kualitas pelayanan di sini tidak hanya sebatas keramahan dan kesigapan karyawan dalam melayani setiap konsumen, tetapi lebih dari itu. Anda harus memastikan bahwa lokasi toko sangat mudah dijangkau oleh konsumen (Anda juga penting untuk memiliki website untuk mempermudah konsumen melakukan transaksi). Di samping itu, Anda juga harus memastikan adanya ketepatan waktu pengiriman barang, jadwal keberangkatan, atau lainnya (sesuai dengan bisnis Anda). Anda juga penting untuk memberikan jaminan atas produk atau jasa yang Anda tawarkan untuk membuat konsumen loyal terhadap bisnis yang Anda jalankan.

Bangun citra positif bisnis

Untuk membangun loyalitas konsumen, Anda harus terlebih dahulu membangun citra positif bisnis. Bagaimana caranya? Peduli terhadap lingkungan sekitar. Sebagai contoh, ketika Anda hendak merekrut karyawan, Anda patut mendahulukan pelamar yang tinggal di lingkungan sekitar usaha, memberikan santunan menjelang Ramadhan atau Hari Raya, membantu membangun jembatan atau memperbaiki jalan yang rusak, dll. Cara lainnya adalah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap setiap konsumen. Sebagai contoh, menangani keluhan dari konsumen, memberikan reward menarik kepada mereka yang telah membeli berulang kali, mempermudah transaksi bagi mereka yang telah lebih dari 2 kali melakukan transaksi, dll. Citra positif bisnis juga bisa dibangun melalui kemudahan dalam mengenali identitas bisnis seperti halnya dari logo yang simpel, warna yang mencolok, atau slogan yang singkat tapi bermakna. Faktanya, tak sedikit bisnis yang telah menjadi top of mind masyarakat karena identitas bisnis ini.

Tumbuhkan kepuasan konsumen

Untuk dapat menjadikan konsumen loyal terhadap bisnis, Anda harus memastikan setiap konsumen yang melakukan transaksi merasa puas. Sejatinya, kepuasan konsumen dapat tercipta jika apa yang diharapkan konsumen bisa diberikan oleh Anda sebagai pemilik bisnis. Oleh karenanya, Anda disarankan untuk memahami setiap kebutuhan & keinginan konsumen agar dapat memuaskan mereka. Pada dasarnya, setiap konsumen mengharapkan mendapatkan produk atau jasa yang berkualitas. Anda harus bisa mewujudkannya bukan hanya janji. Di samping itu, rata-rata konsumen juga mengharapkan mendapatkan produk atau jasa dengan harga yang terjangkau.  Anda pun harus berusaha memenuhi ini untuk memuaskan konsumen. Untuk dapat mengukur kepuasan konsumen, Anda bisa memanfaatkan kotak saran & kritik (offline atau online), melakukan survey langsung (kuesioner atau wawancara), atau lain sebagainya.

 

Bisnis

Tantangan Pebisnis Pemula

Memulai dan menjalankan bisnis baru merupakan hal yang tidak mudah. Hal ini dikarenakan ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pebisnis. Tantangan itu akan semakin sulit apabila yang menjalankan bisnis adalah pebisnis pemula yang masih minim pengalaman dan belum banyak tahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan. Apabila Anda salah satu dari mereka, apakah Anda tahu apa saja tantangan yang akan hadir di depan Anda? Temukan jawabannya di bawah ini:

Produk yang sedikit peminatnya

Hal ini disebabkan karena banyak faktor seperti ketidakpercayaan konsumen terhadap produk baru, kemasan produk yang tidak menarik, promosi yang sedikit, dan lain sebagainya. Dengan kondisi seperti ini, Anda akan mengalami kerugian besar. Bagaimana cara mengatasinya? Lakukan survei langsung ke lapangan untuk mengetahui penyebab utamanya dan kemudian temukan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Sebagai contoh, apabila permasalahan ini terjadi karena kemasan produk yang tidak menarik atau mirip dengan kemasaran produsen lain, sebaiknya ubah kemasan baik dari segi bentuk, bahan kemasan, ukuran, dan warna agar ada perbedaan dan kemasan terlihat baru dan berbeda.  Jika permasalahan ini disebabkan oleh promosi yang kurang, lakukan upaya promosi tambahan di media pemasaran lain, entah itu melalui media sosial, radio, ataupun koran.

Jumlah konsumen dan angka penjualan yang sedikit

Jumlah konsumen dan angka penjualan yang sedikit sangat erat kaitannya. Tidak bisa dipungkiri bahwa sepinya pembeli akan membuat angka penjualan terjebak pada bilangan yang sama. Bila hal ini terjadi terus menerus, bisnis akan kolapse dan bangkrut dengan cepat. Bagaimana cara mengatasi permasalahan ini? Hal pertama yang harus dilakukan adalah menarik perhatian calon konsumen dengan beragam promosi dan penawaran harga promo dan diskon. Dengan demikian, minat mereka untuk membeli produk akan meningkat dan kesempatan untuk mendapatkan konsumen-konsumen baru akan terbuka lebar. Oya, apabila jumlah konsumen mulai sedikit demi sedikit meningkat, tingkat pula upaya promosi Anda agar calon konsumen lain tergiur untuk membeli produk. Yang tak kalah penting adalah jaga kepuasaan konsumen sebaik mungkin dengan mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.

Komplain pembeli

Dikomplain oleh pembeli adalah salah satu tantangan yang akan muncul secara terus menerus selama menjalankan bisnis. Nah, kebanyakan pemilik bisnis pemula sering tidak sabar dan sering terbawa emosi ketika dikomplain oleh pembeli yang memang terkadang menggunakan kata-kata kasar dan menyebalkan. Ini adalah tantangan bisnis yang harus dihadapi sebijak mungkin. Apabila Anda sampai terpancing emosi dan memilih ribut dengan konsumen, Anda sendiri yang akan rugi karena ada banyak kerugian yang akan didapat. Salah satunya adalah asumsi tentang ketidakprofesionalan Anda dalam menjalankan bisnis. Sadari bahwa pebisnis profesional pun sudah pernah dikomplain dan selalu mengalami hal ini. Meskipun begitu, mereka menanggapinya dengan bijak dan profesional sehingga kepuasan yang didapat oleh konsumen yang komplain.

Untuk itu, ketika dikomplain, pastikan untuk menyikapinya dengan bijak dan baik. Pastikan untuk tidak asal dalam menanggapi komplain mereka walaupun menyakitkan dan menyebalkan. Bila Anda sudah berlaku baik tapi konsumen masih terus menerus mengkritik Anda, sebaiknya tetap tanggapi dengan bijak dan beri ketegasan agar mereka sadar dan tak asal melayangkan komplain.

Ingat, masih ada banyak tantangan lain yang akan Anda hadapi cepat atau lambat. Hadapi semua tantangan sebisa dan sebaik mungkin. Bila butuh bantuan, minta bantuan kepada ahlinya, oke!